Get paid to share your links! http://www.smbbtelkom.ac.id/index.php?categoryid=59&p2_articleid=42
pasang iklan di sini
Bookmark dengan CTRL+D soalsoal-snmptn.blogspot.com dan Like Facebook Page Kami agar anda mendapat Soal-soal Update Download Soal-soal SNMPTN SBMPTN 2012-2013 Gratis IPA IPS IPC Matematika Fisika Ekonomi Geografi dan lain-lain Link SNMPTN SBMPTN 2012-2013 Online Try Out Online SNMPTN 2012 Gratis Kisi-kisi, Soal dan Pembahasan, Materi SBMPTN-SNMPTN, Kunci Jawaban SNMPTN-SBMPTN, Download Soal SNMPTN 2013, Download SOAL SBMPTN 2013

Rabu, 29 Mei 2013

Calon Mahasiswa Diminta Cermat

SEMARANG - Calon mahasiswa diminta cermat memilih program studi (prodi) saat mengisi formulir Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013.
Permintaan itu disampaikan Pembantu Rektor (PR) II Undip Prof Dr dr Hertanto Wahyu Subagyo MS SPGK saat menggelar jumpa pers SBMPTN, Senin(27/5), di Rektorat Undip Tembalang.
”Ini harus disampaikan supaya siswa mengukur kemampuan dirinya dengan memilih prodi yang tingkat persaingannya sesuai dengan kemampuan. Di Undip, prodi seperti Kedokteran, Akuntansi, Manajemen, Hubungan Internasional, dan Komunikasi tingkat persaingannya tinggi,” jelas Prof Hertanto didampingi Sekretaris Panitia Lokal SBMPTN 42 Semarang Prof Edy Riyanto MSc PhD, kemarin. 

Guru besar Fakultas Kedokteran Undip itu menuturkan, SBMPTN berbeda dari SNMPTN tulis tahun lalu karena tesnya lebih fokus mengukur kemampuan penalaran atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking).
Hal tersebut untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua prodi di perguruan tinggi. Seleksi yang harus dijalani mahasiswa sesuai dengan prodi pilihan mencakup tes potensi akademik (TPA), tes kemampuan dasar umum (TKDU), tes kemampuan dasar sains dan teknologi (TKD Saintek), dan tes kemampuan dasar sosial dan humaniora (TKD Soshum).
Kesalahan Sepele
Hertanto juga mengingatkan, kesalahan sepele dalam mengerjakan tes bisa berakibat fatal. Misalnya saat menghitami bulatan kolom nomor peserta pada lembar jawaban, diharapkan tidak terjadi kesalahan. Demikian juga di kolom kode soal.
”Kesalahan menghitami bulatan kode soal membuat komputer kesulitan membaca jawaban. Akibatnya, pesertalah yang akan dirugikan,” tambahnya.
Menurutnya, peserta yang mengikuti tes SBMPTN harus menyiapkan diri baik fisik maupun psikis. Persiapan yang baik memungkinkan mereka mendapatkan nilai maksimal sehingga diterima sesuai dengan prodi yang diinginkan.
Sekretaris Panitia Lokal SBMPTN 42 Semarang Prof Edy Riyanto MSc PhD mengemukakan, Undip bersama Unnes dan IAIN Walisongo menjadi penyelenggara SBMPTN 2013 di lokal 42 Semarang.
SBMPTN merupakan proses seleksi yang dilaksanakan bersama seluruh PTN dalam sistem terpadu dan diselenggarakan serentak melalui ujian tertulis. Selain ujian tertulis, Prodi Ilmu Seni dan Keolahragaan mempersyaratkan uji keterampilan.
Sejalan dengan program pemerintah melalui Program Beasiswa Bidikmisi, peserta dari keluarga kurang mampu tapi memiliki prestasi akademik dapat mengikuti SBMPTN tanpa biaya pendaftaran. Waktu pendaftaran 13 Mei - 7 Juni di laman http://ujian.sbmptn.or.id. (H41-60)
Sumber: Suara Merdeka Online

Kamis, 23 Mei 2013

Pilihan Kedua SNMPTN Diterima, Tak Usah Ikut SBMPTN

JAKARTA - Calon mahasiswa yang mendapatkan pilihan kedua di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebaiknya jangan mendaftar di seleksi bersama.

Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka mengatakan, panitia memang tidak dapat melarang apabila ada siswa yang mendaftar di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Namun hal ini tidak dianjurkan apabila ada siswa yang sudah diterima di pilihan kedua SNMPTN.

Akhmaloka menjelaskan, apabila mereka kembali mendaftar di SBMPTN maka statusnya yang diterima di pilihan kedua SNMPTN akan dicabut.  Maka jika siswa tersebut nanti tidak juga diterima di SBMPTN siswa tidak dapat menuntut masuk di pilihan keduanya kembali. “Kami anjurkan mereka tidak usah ikut. Kasihan nanti jika tidak diterima di kedua-duanya,” kata Akhmaloka kepada Koran Sindo, Rabu (22/5/2013).

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan, permasalahan yang terjadi di SNMPTN tahun sebelumnya ialah banyak siswa sudah kadung menjatuhkan hati di pilihan pertama. Makanya mereka pun masih ingin mengikuti SBMPTN untuk mengejar pilihan pertamanya itu. Namun sangat disayangkan jika mereka menolak pilihan kedua karena mereka sudah diundang masuk PTN yang dilihat dari prestasi dan nilai rapor.

Anjuran ini juga dilancarkan panitia karena peserta SBMPTN sangat banyak. Tidak hanya lulusan tahun ini yang mendaftar namun juga alumni 2011 dan 2012 masih bisa mengikuti SBMPTN. Selain itu, lulusan Paket C (IPA dan IPS) serta Lulusan Paket C Kejuruan juga dapat mengikuti seleksi melalui jalur SBMPTN. “SBMPTN kan penggantinya SNMPTN jalur tulis. Bisa dikatakan ini rajanya seleksi. Persaingan akan semakin ketat,” jelasnya.

Diketahui, jumlah peserta SNMPTN jalur undangan ada 779.000 ribu lulusan SMA/SMK/MA. Mereka akan memperebutkan 130-150 ribu kursi PTN. Dalam memilih program studi (prodi), pendaftar diperkenankan memilih maksimal dua PTN dengan masing-masing PTN maksimal dua prodi. Sementara jumlah pendaftar SBMPTN mencapai 700 ribu dengan daya tampung 90 ribu kursi.

Akhmaloka menjelaskan, pengumuman SNMPTN akan digelar pada 28 Mei sedangkan SBMPTN pada 12 Juli. Alur penerimaannya sendiri dimulai ketika pendaftaran. Semua data pendaftar langsung diserahkan ke masing-masing PTN untuk dipilih.

"PTN kemudian menseleksi siapa saja siswa yang masuk di pilihan pertama. Selanjutnya diadakan rapat kembali antara PTN dan panitia untuk menseleksi siswa dari pilihan kedua. Data ini akan disandingkan kembali dengan hasil Ujian Nasional (UN). Jika mereka tidak lulus UN maka dia langsung di drop dari SNMPTN,” ungkap Akhmaloka. (Neneng Zubaidah/Koran SI/mrg)
Sumber 

Minggu, 05 Mei 2013

Lulus SNMPTN, tak Bisa Ikut SBMPTN!

Khatib Sulaiman, Padek—Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP) menampung sekitar 3.­714 kursi bagi mahasiswa baru yang akan diterima melalui jalur penerimaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013.

Rinciannya, 1.524 kursi un­tuk UNP sedangkan Unand me­nampung 2.190 kursi. Jumlah ini, 30% dari keseluruhan ma­hasiswa baru yang akan diterima UNP dan Unand pada tahun ini.

“Daya tampung yang dise­dia­kan UNP dan Unand ini sesuai dengan ketentuan pe­ne­rimaan mahasiswa baru yang diatur oleh pemerintah,” kata Rektor UNP, Yanuar Kiram di­dampingi Wakil Rektor I Unand, Febrin Anas kepada wartawan, di salah satu rumah makan, kemarin.

Seperti diketahui, peme­rintah menetapkan pene­rimaan mahasiswa baru dilakukan me­la­lui tiga jalur, yaitu Selekesi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Un­da­ngan dengan kuota 50%, SBM­PTN 30%, dan seleksi man­diri oleh masing-masing perguruan tinggi sebanyak 20%.

“Untuk jalur SNMPTN Un­da­ngan, kuota UNP sebanyak 2.540 kursi dan di Unand sekitar 3.106 kursi. Jalur SNMPTN Undangan ini hanya untuk siswa yang tamat pada tahun 2013,” ungkap Yanuar Kiram. 

Pendaftaran SBMPTN, kata Yanuar, dilakukan secara online mulai 13 Mei dan akan berakhir 7 Juni 2013. Pendaftaran SBMP­TN ini dengan membuka laman http://ujian .sbmptn.or.id Selanjutnya, pelaksanaan ujian tertulis pada 18 dan 19 Juni 2013.

Sementara bagi perguruan tinggi yang mengadakan ujian keterampilan akan dilaksanakan pada 20 atau 21 Juni 2013. “Tahun ini nama untuk ke­lom­pok ujian SBMPTN berbeda, yaitu sains teknologi/saintek  (dulunya IPA), sosial hu­ma­nio­ra/soshum (dulunya IPS) dan kelompok campuran,” ujar Ya­nuar Kiram.

Biayanya Rp 175 ribu untuk ke­lompok saintek dan soshum serta Rp 200 ribu untuk ke­lom­pok campuran. Bagi calon ma­hasiswa yang memilih jurusan keterampilan seperti seni dan olahraga dikenakan Rp 150 ribu untuk ujian keterampilan.

“Calon peserta SBMPTN 2013 tidak hanya lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2013. Namun SBMPTN juga memberi kesempatan bagi lulusan tahun 2011 dan 2012,” sebut Yanuar.

Wakil Rektor Unand, Febrin Anas menambahkan, SBMPTN kali ini diikuti 62 perguruan tinggi se-Indonesia. Pelaksa­naan­nya dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok sain­tek, kelompok soshum, dan kelompok campuran. “Para peserta dapat memilih seba­nyak-banyaknya tiga prodi se­suai dengan kelompoknya, sain­tek atau soshum,” ujar Feb­rin Anas. Febrin mengungkapkan, penerimaan SBNMPTN ini ter­kait dengan SNMPTN. Arti­nya, jika calon mahasiswa din­ya­takan lulus di jalur SNMPTN Un­da­ngan, maka tidak bisa mendaftar di SBMPTN.

“Jadi, tidak ada calon ma­hasiswa yang memiliki dua kesempatan,” ungkapnya.

Khusus di Unand, kesem­patan jalur mandiri tidak ada. Sedangkan di UNP masih ada ke­sempatan masuk UNP de­ng­an jalur mandiri. Daya tampung jalur mandiri di UNP, 1.016 mahasiswa.

“Jalur ini tidak meng­gu­na­kan sistem ujian dan mengacu pada sistem SNMPTN, yaitu melalui nilai rapor dan UN. Kita tun­taskan yang SBMPTN terle­bin dahulu, ada saatnya nati kita sosialisasikan jalur mandiri ini,” tutur Yanuar Kiram. (ek)

Selasa, 30 April 2013

4 Kesalahan Umum Peserta Ujian SBMPTN

JAKARTA - Meski pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) baru akan dibuka awal Mei mendatang, ada baiknya kita bersiap sejak sekarang.

Mulailah mencari berbagai informasi tentang SBMPTN di laman resminya. Siswa calon peserta SBMPTN bisa juga bertanya kepada para senior tentang kiat sukses menembus PTN.

Selain itu, perhatikan juga kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan para peserta seleksi masuk PTN seperti diungkap anggota tim promosi Universitas Brawijaya (UB), Dedy Gusra, S. Ag. berikut ini.

Pertama, pemilihan program studi (prodi). Menurut Dedy, pemilihan prodi sangat erat hubungannya dengan penjurusan yang diambil saat duduk di kelas 11 SMA. Jadi, ketika memutuskan memilih satu jurusan di SMA, sebaiknya kita sudah mengetahui akan memilih prodi apa saat kuliah nanti.

Pilihlah jurusan IPA jika ingin berkuliah di prodi kelompok IPA, begitu juga dengan jurusan IPS dan Bahasa. Hal lain yang perlu diperhatikan tentang pemilihan prodi pada SBMPTN adalah mengetahui peminat dan passing grade tiap-tiap prodi yang tidak sama satu dengan lainnya.

Kedua, pengisian identitas. Dedy memaparkan, sekira 15 persen peserta tes masuk PTN gagal saat mengisi identitas.

"Identitas pada formulir pendaftaraan harus sama dengan lembar jawaban ujian," kata Dedy, seperti dikutip dari laman berita UB, Prasetiya Online, Selasa (9/4/2013).

Ketiga, tidak menguasai soal ujian. Kuncinya, kata Dedy, adalah peserta SBMPTN harus rajin berlatih mengerjakan soal-soal tes masuk PTN tahun-tahun sebelumnya. "Tujuannya, untuk membiasakan  diri dengan bentuk soal yang ada dan menghindari kesalahan pengisian, termasuk penggunaan jenis pensil dan teknik penghitaman yang benar," imbuhnya. 

Keempat, pilihan prodi kedua. Dedy mengingatkan, pilihan prodi kedua adalah sebuah alternatif yang benar-benar harus dipersiapkan, dan bukan pilihan yang asal tulis.(rfa)
 
sumber: okezone.com 

Kunci Anda Lulus Ujian SBMPTN 2013

Berniat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013? Berikut tips & triknya:

Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Bambang Hero Saharjo, M.Agr memberikan saran kepada calon mahasiswa baru (MABA) untuk mengikuti ujian tertulis SBMPTN yang dilaksanakan pada 18 - 19 Juni 2013.

 
"Saran saya belajar yang baik dan tentukan pilihan yang terbaik buat mereka. Banyak yang terjadi dan mereka memilih program studi (prodi) yang betul-betul mempunyai persaingan tinggi. Sehingga kadang-kadang banyak kejadian anak mempunyai nilai tinggi yang terbaik malah tidak diterima karena kuotanya sudah terpenuhi," ujarnya kepada Okezone dalam acara reuni Akbar Konsolidasi Himpunan Alumni Fakultas kehutanan IPB (HAE IPB) di Saung Dolken Resort, Cimahpar, Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/4/2013).

Hal yang senada dengan pendapat Bambang sebagai dekan, mahasiswinya dari IPB R. Alfyani F berargumentasi bahwa dalam mengerjakan ujian tertulis SBMPTN harus selalu tenangkan diri.

"Kunci utamanya tenang, jangan dibikin beban, jangan dibikin pusing. Latihan soal-soal terus dari ujian tahun ke tahun karena tipe-tipe soal biasanya sama. Terus satu hal yaitu tenang mengerjakannya, perbanyak doa, dan tenangin diri," tutur mahasiswi fakultas kehutanan, departemen silvikultur kepada Okezone.

Sekedar mengingatkan saja, berikut jadwal SBMPTN 2013 secara lengkap :
10 Mei-4 Juni 2013 masa pembayaran biaya seleksi via Bank Mandiri
13 Mei-7 Juni 2013 pendaftaran secara online
18-19 Juni 2013 Ujian tertulis
20 dan/atau 21 Juni 2013 Ujian keterampilan
12 Juli 2013 Pengumuman hasil seleksi(fmh)
 
sumber:okezone.com 

Sabtu, 20 April 2013

SBMPTN 2013: Tak Ikut Salah Satu Seleksi, Peserta Gugur

SOLO—Peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 dipastikan gugur jika tidak mengikuti salah satu ujian. Sesuai jadwal, ujian tulis akan dilaksanakan pada 18-19 Juni2013.
“Jika peserta tidak mengikuti salah satu ujian, dipastikan langsung gugur,” jelas Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2013 UNS saat dihubungi Solopos.com, akhir pekan kemarin.
Dia menegaskan SBMPTN tidak memiliki ujian susulan seperti ujian nasional (UN). Meski demikian, sambungnya, panitia SBMPTN 2013 memberikan kelonggaran kepada peserta yang sakit untuk mengerjakan di rumah sakit ataupun lokasi ujian terdekat. Dengan syarat, peserta yang sakit itu sudah memberikan surat keterangan jauh hari sebelumnya.
Pada SBMPTN 2013, ada tiga kelompok ujian, yakni Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial dan Humaniora (Soshum) dan Campuran. Untuk kelompok ujian Saintek wajib mengikuti tes potensi akademik (TPA), tes kemampuan dasar umum (TKDU) dan Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek).
Sedangkan untuk kelompok ujian Soshum diwajibkan mengikuti TPA, TKDU dan TKD Soshum. “Untuk kelompok ujian Campuran, akan mengerjakan TPA, TKDU, TKD Saintek dan TKD Soshum,” imbuhnya.
Untuk TKDU, materi yang akan diujikan meliputi Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sedangkan TKD Saintek meliputi Matematika, Biologi, Kimia dan Fisika. Untuk TKD Soshum meliputi Sosiologi, Sejarah, Geografi dan Ekonomi. Khusus untuk peserta SBMPTN yang memilih Program Studi (Prodi) bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan, Sutarno mengatakan wajib mengikuti ujian keterampilan.
Menurutnya, ujian keterampilan bidang Ilmu Seni, meliputi tes pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu seni. Sedangkan pada bidang keolahragaan, meliputi tes kesehatan dan kesegaran jasmani.  Sesuai jadwal, ujian keterampilan digelar pada Kamis, 20 Juni dan atau Jumat, 21 Juni di perguruan tinggi negeri (PTN) terdekat.
Pendaftaran SBMPTN 2013 sesuai jadwal dimulai pada 13 Mei-7 Juni secara online melalui laman ujian.sbmptn.or.id. Sedangkan tata cara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan bisa diunduh mulai 30 April melalui laman download.sbmptn.or.id.
Tunjukkan SKHUN
Sutarno mengatakan SBMPTN itu bisa diikuti oleh lulusan SMA/MA/SMK/MAK dan sederajat 2011, 2012 dan 2013.  “SBMPTN bisa diikuti lulusan 2011, 2012 dan 2013. Berbeda dengan SNMPTN [Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri] 2013 yang hanya bisa diikuti siswa yang akan lulus 2013,” paparnya.
Dia mengatakan calon mahasiswa yang diterima pada SBMPTN harus bisa menunjukkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). Sebab, pada saat mendaftar SBMPTN, peserta memang belum diminta melampirkan SKHUN.
“Kalau tahun sebelumnya kan siswa diminta melampirkan SKHUN dulu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Rektor UNS, Ravik Karsidi, mengatakan peminat yang tidak diterima pada SNMPTN 2013 masih memiliki kesempatan untuk diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui SBMPTN dan Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT).
“Masih ada alternatif untuk memilih PTN melalui dua jalur [SBMPTN dan UMBPT], bahkan mereka juga bisa memilih universitas swasta,” ujarnya saat ditemui wartawan di gedung rektorat UNS, pekan lalu.
Tahun Akademik (TA) 2013/2014, UNS total menerima 5.400 mahasiswa jenjang S1 dari tiga jalur, yakni SNMPTN, SBMPTN dan UMBPT. SNMPTN memiliki kuotanya 50 persen dari total mahasiswa yang diterima, SBMPTN kuotanya 40 persen dan sisanya 10 persen dari UMBPT.

Sumber: solopos.com

UGM Sediakan 1.997 Bangku bagi Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN 2013

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada menyediakan 1.997 kursi bagi mahasiswa baru yang akan diterima melalui jalur penerimaan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2013.

Jumlah ini, merupakan 30% dari keseluruhan mahasiswa baru yang akan diterima UGM pada 2013 sebesar 6.646 mahasiswa baru.

Direktur Administrasi Akademik UGM Sri Peni Wastutiningsih dalam Konferensi Pers tentang kesiapan pelaksanaan SBMPTN panitia lokal Yogyakarta di Universitas Negeri Yogyakarta, menyebutkan daya tampung yang disediakan UGM sesuai dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru yang diatur oleh pemerintah.

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui tiga jalur yaitu SNMPTN Undangan dengan kuota 50%, SBMPTN 30%, dan seleksi mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi sebanyak 20%..

“Sebelumnya melalui jalur seleksi SNMPTN Undangan UGM menyediakan sebanyak 3.318 kursi atau 50% dari jumlah total yang diterima. Sementara untuk Ujian Mandiri (UM) UGM, kami akan membuka daya tampung sebesar 1.331 atau 20% sisa jalur yang ada,” jelas Ketua II Panlok SBMPTN DIY ini.

Pendaftaran SBMPTN dilakukan secara online mulai 13 Mei dan akan berakhir 7 Juni 2013. Selanjutnya, pelaksanaan ujian tertulis pada 18 dan 19 Juni 2013. Sementara untuk perguruan tinggi yang mengadakan ujian keterampilan akan dilaksanakan pada tanggal 20 dan atau 21 Juni 2013.

Sebelumnya, Sekjen Panitia Pusat SBMPTN 2013 Rochmat Wahab menambahkan pola SBMPTN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh perguruan tinggi negeri dalam sistim terpadu. Pelaksanaan secara serentak melalui ujian tertulis. Namun bagi peserta yang memilih program studi Ilmu Seni atau Keolahragaan, selain mengikuti ujian tertulis juga diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

“Calon peserta SBMPTN 2013 tidak hanya lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2013. Namun SBMPTN juga memberi kesempatan bagi lulusan tahun 2011 dan 2012. Hasilnya akan diumumkan 28 Mei mendatang,” imbuh Rektor UNY ini.

Rochmat menuturkan SBMPTN kali ini diikuti 62 perguruan tinggi se-Indonesia. Pelaksanaanya dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok saintek, kelompok soshum, dan kelompok campuran. Para peserta dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga prodi sesuai dengan kelompoknya baik untuk kelompok saintek maupun soshum. Sedangkan kelompok campuran dapat memilih tiga prodi campuran saintek dan soshum. Untuk biaya seleksi kelompok ujian saintek atau soshum sebesar Rp175.000 dan kelompok campuran Rp200.000.

Disinggung tentang pelaksanaan ujian bagi peserta berkebutuhan khusus seperti low vision maupun tuna netra, Rochmat menuturkan bahwa panitia telah menyediakan pendamping yang akan membacakan naskah soal ujian.

Dengan langkah tersebut diharapkan peserta ujian berkebutuhan khusus dapat terayani dan menjalankan ujian dengan baik.

“Panitia tidak menyediakan soal dalam huruf braile bagi tuna netra karena dengan cara tersebut kurang banyak membantu meskipun peserta diberikan tambahan waktu. Kendati begitu mereka akan diberikan pendamping untuk membantu membacakan naskah ujian,” urainya.

Editor: Edwin Tirani